PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Maret 2022 ada tiga negara yang menjadi tujuan utama ekspor Kalteng. Negara itu yakni Jepang, Tiongkok, dan India.

Kepala BPS Eko Marsoro mengatakan nilai ekspor ke Jepang yaitu mencapai US$ 226,10 juta atau 42,99 persen, Tiongkok senilai US$ 130,50 juta atau 24,82 persen dan India senilai US$ 88,56 juta atau 16,84 persen.

"Jika kita bandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi peningkatan nilai ekspor hampir pada semua negara tujuan, kecuali Filipina, Vietnam, Turki dan beberapa negara dalam kelompok negara lainnya," kata Eko, Selasa, 17 Mei 2022.

Diungkapkan, ekspor ke Tiongkok mengalami peningkatan nilai terbesar yaitu senilai US$ 48,63 juta atau 59,40 persen. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya ekspor bahan bakar mineral atau batu bara, bijih alumunium dan bijih zircon dan minyak nabati atau refined palm oil dan turunannya.

Sementara itu, ekspor ke Filipina mengalami penurunan nilai ekspor terbesar senilai US$ 0,62 juta atau 2,06 persen. Penurunan itu terutama didorong oleh menurunnya ekspor kelompok bahan bakar mineral atau batu bara.

--page

Selanjutnya, dibanding kondisi bulan yang sama tahun 2021, pada Maret 2022 terjadi peningkatan nilai ekspor hampir di semua negara tujuan, kecuali Vietnam, Turki dan beberapa negara yang termasuk ke dalam negara lainnya.

Ekspor ke Jepang mengalami peningkatan nilai terbesar yaitu US$ 168,13 juta, diikuti oleh India US$ 67,13 juta, Tiongkok US$ 53,10 juta dan negara lainnya.

Secara kumulatif, ekspor ke Jepang juga mengalami peningkatan paling besar, yakni US$ 318,12 juta atau 163,47 persen dari US$ 194,60 juta pada Januari - Maret 2021 menjadi US$ 512,72 juta di Januari - Maret 2022.

Sedangkan, penurunan nilai ekspor secara kumulatif hanya terjadi ke beberapa negara, yakni Vietnam sebesar 58,77 persen, Tiongkok 5,21 persen serta negara yang termasuk ke kategori lainnya sebesar 29,79 persen. (DONNY D/B-5)