BORNEONEWS, Sampit - Setelah menyerang manusia, buaya-buaya di Sungai Sampit, anak Sungai Mentaya di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, bermunculan. Malam harinya setelah hari nahas yang menyebabkan Sri Mahwiyah masuk rumah sakit, setidaknya ada 6 laporan warga melihat buaya.
Kabar itu dibenarkan oleh Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah, setelah mengobservasi ke lokasi serangan buaya di Desa Bagendang Tengah Ramban, Selasa, 24 Mei 2022.
"Keterangan warga, malam kemarin, buaya yg terlihat total berjumlah 6 ekor, ukuran bervariasi di beberapa titik lokasi," ungkapnya.
Tentu saja hal ini membuat masyarakat Mentaya Hilir Utara, terutama yang tinggal di sekitar Sungai Sampit merasa resah. Apalagi baru kali ini buaya di wilayah itu menyerang manusia.
"Dampak kemunculan dan serangan buaya, menyebabkan warga menjadi resah dan was-was, terutama ibu-ibu. Serangan kepada Bu Sri Mahwiyah merupakan kejadian serangan pertama pada warga Desa Ramban," katanya.
--page
Petugas mengimbau warga sekitar lokasi serangan agar berhati-hati. Terutama saat beraktivitas di sungai.
Selanjutnya, petugas akan memasang papan peringatan keberadaan buaya di sekitar Desa Ramban.
"Kami juga memasang jerat buaya dan pancing buaya. Semoga membuahkan hasil," tutupnya. (USAY NOR RAHMAD/B-5)









