SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, masih terus memantau keberadaan buaya yang menyerang warga di Desa Bagendang Tengah Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

Berdasarkan pengakuan warga buaya penyerang Sri Mahwiyah itu makasih berkeliaran sekitar perairan lokasi serangan. 

"Buaya masih di lokasi serangan. Jadi pancing dan jerat masih kami pasang," ungkap Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Senin, 30 Mei 2022. 

Dipastikan Muriansyah, bahwa umpan dari pancing terus dipantau. Pihaknya juga selalu berkomunikasi dengan pihal desa terkait keberadaan buaya tersebut. 

"Tetap kami pantau, namun memang pemasangan jerat dan pancing belum membuahkan hasil," ujarnya. 

--page

Diketahui, pihak BKSDA telah mengobservasi ke lokasi penyerangan buaya terhadap warga Desa Bagendang Tengah Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Selasa, 24 Mei 2022. BKSDA juga memasang jerat dan pancing. Namun hingga kini buaya penyerang warga itu tak jua tertangkap. 

Berdasarkan pengakuan warga buaya yang ada di aliran Sungai Sampit tak jauh drai lokasi serangan terdapat lebih dari satu ekor buaya. Bahkan warga meyakini ada 6 ekor buaya yang masih sering menampakan diri. (USAY NOR RAHMAD/B-11)