BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Bank Indonesia (BI), Juda Agung mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk tidak lengah dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Ini (pertumbuhan positif) perlu kita syukuri, tapi jangan membuat kita lengah," kata Juda disela-sela upacara pengukuhan Kepala BI Kalteng di Aula Jayang Tingang Kompleks Kantor Gubernur Kalteng pada Senin, 6 Juni 2022.
Ia menyampaikan, setelah Covid-19, terjadi geopolitik yakni ketegangan Rusia dan Ukraina. Hal itu menyebabkan inflasi, baik di negara maju maupun berkembang.
"Kita lihat di Amerika terjadi inflasi tertinggi dalam 40 tahun terakhir, sebanyak 8,5 persen, kemudian Inggris 9 persen, Eropa juga tinggi," tuturnya.
Selain Eropa, Turki dan Argentina juga naik tinggi. Tingginya angka inflasi global tersebut dikhawatirkan dapat berimbas ke perekonomian Indonesia.
--page
"Di Indonesia inflasi hanya sekitar 3.5 persen namun inflasi global yang tinggi dan lama berpotensi merambah ke perekonomian Indonesia kalau kita tidak waspada," tuturnya.
Begitu juga menurutnya dengan perekonomian Kalteng yang saat ini angka inflasi berada di 5,74 persen year on year (yoy), sehingga perlu koordinasi BI dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). (HERMAWAN DP/B-7)









