BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyebut dari data yang pihaknya himpun Ekspor Kalteng pada April 2022 mengalami peningkatan sebesar 18,30 persen.
"Seluruh komoditas ekspor Kalteng pada bulan itu merupakan barang non migas, nilainya mencapai US$ 622,10 juta atau meningkat 18,30 persen dibanding bulan Maret 2022 yang hanya senilai US$ 525,86 juta," ungkapnya, Selasa, 7 Juni 2022.
Berbanding terbalik dengan itu, total volume ekspor Kalteng pada bulan April 2022 mengalami penurunan sebesar 9,71 persen atau sebanyak 307,60 ribu ton jika dibandingkan dengan total volume ekspor pada Maret 2022.
Ekspor hasil tambang mempunyai kontribusi yang paling besar yaitu 88,78 persen terhadap total ekspor Kalteng di bulan April 2022. Dan apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil tambang mengalami peningkatan senilai US$ 86,30 juta atau 18,52 persen, dari US$ 466,00 juta menjadi US$ 552,30 juta.
Adapun komoditas utama ekspor hasil tambang yang di ekspor Kalteng yakni diantaranya batu bara, bijih alumunium, bijih timbal, bijih seng, bijih zircon, kernel dan minyak kelapa sawit.
--page
Di sisi lain, untuk nilai ekspor hasil industri pada April 2022 yaitu sebesar US$ 65,88 juta dan berkontribusi 10,59 persen terhadap total ekspor Kalteng.
Apabila dibanding dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil industri mengalami peningkatan senilai US$ 6,03 juta atau 10,08 persen. Komoditas utama ekspor hasil industri Kalteng diantaranya yakni fraksi cair dari refined palm oil (RPO).
Dihitung secara kumulatif yaitu dari bulan Januari-April 2022, nilai ekspor Kalteng mengalami penurunan sebesar 101,79 persen, dari US$ 913,45 juta di Januari-April 2021 menjadi US$ 1.843,22 juta pada Januari-April 2022.
Bahan bakar mineral serta lemak dan minyak nabati atau hewani merupakan komoditas utama sebesar 99,68 persen dari total ekspor pada periode Januari-April 2022. (DONNY D/B-5)









