PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Harga tandan buah segar (TBS) di Pulang Pisau (Pulpis) hingga kini masih membuat para petani kelapa sawit menjerit. Bagaimana tidak, dalam kurun beberapa waktu terakhir Harga TBS per kilogram (kg) penjualannya hanya sebesar Rp 1.300. Harga itu terbilang sangat rendah jika dibandingkan pada bulan sebelumnya.

"Hancur kalau gini bisa gulung tikar petani sawit tidak bisa beli Pupuk," ucap Tamin salah satu petani kelapa sawit di Pulpis.

Tamin, mengungkapkan, kondisi tersebut  membuatnya  sulit untuk terus menjalankan usaha yang menjadi mata pencarian utamanya tersebut. Dengan terus anjloknya harga TBS maka ke depannya akan berpengaruh pada hasil panennya kelak.

Ditambah lagi dengan kenaikan harga pupuk yang semakin meroket yang dirasa mencekik para. "Harga TBS Petani sudah semakin anjlok. Rata-rata harga saat ini Rp1.900/kg. Harga pupuk yang naik hampir 300 persen. Belum lagi biaya hidup kami petani," tambahnya. 

Berdasarkan perhitungan pihaknya standar harga TBS seharusnya stabil diangkat Rp 2.500,- harga tersebut akan berbanding lurus dengan biaya perawatan dan pupuk yang tentunya akan berdampak terhadap kualitas TBS.

--page

"Kalau bisa harga itu stabil diangka 2500 an per. Berbanding lurus denga harga pupuk yang saat ini berkisaran Rp 325.000 per sak 50 kg," jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut dikatakannya, akibat harga yang ada saat ini pun diakuinya ia sudah lambat laun tidak dapat membeli pupuk dalam jumlah yang semestinya.

Padahal, pupuk itu sangatlah penting dalam menjaga kualitas dari TBS sawit sendiri. 

“Termasuk dalam menggaji tenaga kerja yang membantu dalam proses panen di kebun. Artinya, ini memang begitu banyak dampak yang dirasakan akibat anjloknya harga TBS,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Petani kelapa sawit di Kecamatan Kahayan Hilir Pulpis Dirhayo. Bahkan telah berupaya menjual TBS hasil kebunannya tidak hanya dilakukan dalam daerah saja. mengaku upaya itu sejatinya ada, hanya karena memikirkan biaya transportasi yang begitu tinggi. Oleh karenanya, dirinya pasrah sampai saat ini tetap menjual harga yang sangat murah. 

"Update Harga TBS di pabrik terbaru ada yang Rp1.400 hingga Rp2.330. Daripada TBS ini tidak terjual, kami pasrah saja dengan harga seperti itu,” ucapnya.

--page

Meskipun dirinya mengaku berharap harga yang ada nantinya bisa kembali normal. Atau paling tidak jangan sampai di bawah Rp 1.000. Jika kondisi itu terus berlanjut sampai beberapa bulan ke depan, ia tak menampik akan ada para petani yang gulung tikar.

“Saya rasa ini harga yang paling hancur selama ini. Itulah, mengapa wajar jika kami berharap harga bisa kembali normal nantinya,” harap Dirhayo yang juga menjabat sebagai ketua APKASIDO Pulpis. 

Supriyanto salah seorang petani kebun sawit lainnya, dirinya berharap kondisi anjloknya harga TBS ini segera membaik. Maka, sekiranya itu dapat diatasi segera oleh pemerintah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Misal, dengan melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan. Sehingga nantinya harga TBS sawit bisa kembali normal seperti lima bulan kebekalang.

“Saya kira permasalahan seperti ini sudah sepatutnya disikapi dengan baik oleh pemerintah,” ungkapnya. (ang)