BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinamika atmosfer sangat berpengaruh di wilayah Indonesia akibat belokan angin atau konvergensi. Hal itu juga menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi hujan disertai petir di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Kelas III, Iskandar Aqil Ihsan mengatakan, itu merupakan bagian dari mulainya peralihan musim dari penghujan menjadi kemarau.
"Sehingga kekuatan angin dari Asia mulai melemah dan akan diikuti oleh perubahan angin dari Australia yang menuju musim kemarau. Untuk musim kemarau, diperkirakan mulai masuk di bulan Juli dasarian ke II untuk Kobar dan sekitarnya," jelas Aqil Ihsan, 16 Juni 2022 .
Menurut Aqil Ihsan, berdasarkan data yang didapatkan pihaknya, rata-rata kecepatan angin saat ini mencapai 10 km/jam.
"Turunnya hujan deras yang disertai petir dan angin kencang di wilayah Kalteng juga diperkirakan bakal terjadi antara tanggal 16 hingga 18 Juni. Untuk itulah, diharapkan bagi warga yang beraktivitas di luar ruang bisa mempersiapkan diri mengantisipasi kondisi cuaca tersebut," ungkanya.
--page
Aqil Ihsan menambahkan, untuk perkiraan cuaca di Kabupaten Kobar, tanggal 17 - 18 Juni hujan ringan hingga sedang akan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB hingga 19.00 WIB, dengan suhu berkisar antara 24 hingga 30° celsius. (WAHYU KRIDA/B-7)









