PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit selalu mendukung setiap kebijakan pemerintah, termasuk saat dilakukan pelarangan ekspor oleh pemerintah bulan lalu. Dengan adanya pelarangan ekspor ini, SSMS tetap memaksimalkan penjualan dengan menyalurkan sebagian besar CPO-nya ke PT Citra Borneo Utama atau CBU.

"Hingga saat ini, utilisasi pabrik CBU dalam menyerap CPO dari SSMS mencapai 70 persen dari kapasitasnya. Sisanya mendapatkan supply dari pihak lain," kata Direktur Perseroan SSMS, M Syafril Harahap kepada Borneonews pada Rabu, 22 Juni 2022.

Menurut Syafril, selama ini CPO yang dihasilkan oleh SSMS dijual kepada PT CBU untuk diolah menjadi produk turunan CPO.

"Dengan begitu, ketika ekspor kembali dibuka untuk produk turunan sawit, perseroan semakin optimistis dengan kinerja operasional dan finansial SSMS," tegasnya.

Sebenarnya menurut Syafril, sejak keran ekspor ditutup pemerintah pada bulan Mei 2022, SSMS tetap berproduksi seperti biasa.

--page

"Bahkan Perseroan tetap membeli buah sawit dari para petani dengan harga pasar yang wajar," terangnya.

Tetapi tentu dengan dibukanya kembali keran ekspor maka produksi SSMS dapat lebih dimaksimalkan, terutama dalam memanfaatkan momen tingginya harga CPO. (TESTI PRISCILLA/B-5)