PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala UPT Puskeswan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono menyampaikan ada beberapa faktor yang dapat menentukan keberhasilan penanganan rabies.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa tahun 2021 lalu Palangka Raya sudah zero kasus gigitan rabies, namun tahun ini kita kembali mendapati kasus gigitan rabies. Maka dari itu, penanganannya harus kita perkuat," kata drh Eko pada Selasa, 28 Juni 2022.

Yang harus dilakukan jika ingin Palangka Raya bebas dari penyakit rabies menurut drh Eko yakni harus adanya komitmen dari Pemerintah serta koordinasi lintas sektor.

"Ini yang terpenting. Karena tanpa koordinasi lintas sektor, tidak akan bisa terwujud, tidak bisa hanya ditangani satu dinas," kata Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalimantan Tengah ini.

Selain itu tentu saja pengendalian rabies pada hewan penular rabies atau HPR karena penyakit rabies ini merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia.

"Maka penyakit rabies pada hewan ini yang harus dikendalikan dahulu, supaya tidak menular kepada manusia," tegasnya. Karena itulah menurutnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya menggencarkan pemberian vaksin rabies pada hewan penular rabies atau HPR di Kota Cantik ini. Tentunya dengan dibantu para vaksinator yang turun lapangan langsung memberikan vaksin rabies.

--page

"Selain itu juga harus ada penanganan rabies pada manusianya. Kita ada Rabies Center di Puskesmas Bukit Hindu untuk menangani ini. Termasuk pemberian vaksin anti rabies atau VAR kepada masyarakat yang sudah terlanjur tergigit hewan yang mengidap atau sekadar terindikasi rabies," jelasnya lagi.

Lalu yang terakhir ialah faktor peningkatan peran masyarakat melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi. (TESTI PRISCILLA/B-6)