BORNEONEWS, Palangka Raya - Chief Financial Officer atau CFO PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS Tbk, Hartono Jap menyebut bahwa fasilitas pembiayaan sindikasi yan diberikan dua perbankkan melalui Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner atau JMLAB dapat bermanfaat bagi keberlanjutan bisnis kinerja SSMS.
"Fasilitas pembiayaan tersebut bermanfaat bagi keberlanjutan bisnis kinerja SSMS yang semakin meningkat," kata Hartono dalam rilisnya kepada Borneonews pada Rabu, 29 Juni 2022.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk telah menandatangani kesepakatan pembiayaan sindikasi yang dipimpin oleh 2 Bank nasional yaitu PT Bank Rakyat Indonesia atau Persero Tbk atau BBRI dan PT Bank Syariah Indonesia atau Persero Tbk atau BRIS sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner atau JMLAB dengan nilai total pinjaman kredit senilai Rp3,6 Triliun pada tanggal 27 Juni 2020 lalu di Hotel Ritz Carlton SCBD Jakarta.
"Sehingga diperkirakan dengan adanya fasilitas ini kinerjanya lebih optimal. Perseroan akan lebih leluasa bergerak demi menghasilkan yang terbaik," tuturnya lagi.
Penandatangan Perjanjian Kredit Sindikasi dan Perjanjian Pembiayaan Fasilitas Musyarakah dilakukan pada tanggal 27 Juni 2020 lalu di Hotel Ritz Carlton SCBD Jakarta.
--page
Penandatanganan dilakukan oleh Nasarudin Bin Nasir selaku Direktur Utama/CEO SSMS bersama Bank peserta Sindikasi antara lain Bank BRI yang diwakili oleh Trihartono selaku JMLAB and Coordinating Bank, dan Mochamad Choliq selaku Division Head Agribusiness Division, Bank Syariah Indonesia yang diwakili oleh Fiti Syam dan Indra Kampono selaku Group Head, serta management dari Bank DKI, Maybank Indonesia, Bank Woori Saudara dan JTrust Bank.
Pada kesempatan tersebut turut disaksikan langsung oleh Jap Hartono selaku Direktur/CFO dan M Syafril Harahap selaku Direktur/COO SSMS beserta jajaran manajemen, serta ikut hadir secara online pemilik PT Citra Borneo Indah atau CBI Group, induk usaha SSMS yaitu H Abdul Rasyid. (TESTI PRISCILLA/B-5)









