BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Polres Kotawaringin Barat melalui Satuan Lalu Lintas memasang rambu peringatan di jalan raya Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama KM 33 yang tergenang air, Senin, 4 Juli 2022.
Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono melalui Kasat Lantas Iptu Bayu Caesaria Tri Hardiyanto menyampaikan pemasangan rambu untuk menjaga keamanan, keselamatan dan ketertiban, serta kelancaran berlalu lintas.
"Rambu peringatan telah kita pasang, mengingat air yang menggenang di jalan tersebut cukup dalam dan panjang," ujarnya.
Kemudian pemasangan rambu peringatan ini bertujuan agar masyarakat pengguna jalan lebih berhati-hati, saat melintasi jalan yang tergenang banjir, sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
"Sudah tugas dan kewajiban kita semua selaku Anggota Polri, terkhusus Sat Lantas untuk menjaga Kamseltibcarlantas, dengan melakukan upaya pencegahan terjadinya kemacetan maupun kecelakaan demi keamanan dan keselamatan masyarakat," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini mereka memasang 4 buah rambu lalu lintas. Ia mengimbau untuk roda 2 agar menggunakan kelotok penyeberangan.
"Semoga air segera surut dan arus lalulintas kembali lancar," pungkasnya. (DANANG/B-6)
Satlantas Polres Kobar pasang rambu peringatan di lajur jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama yang tergenang banjir
TNI Polri Bersama Pemdes Bentuk Posko Siaga Banjir di Desa Nanga Mua
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Pemerintah Desa Nanga Mua,membentuk Posko siaga banjir di Desa Nanga Mua, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin, 4 Juli 2022.
Waka Polsek Aruta Ipda Agus Susanto menuturkan pembentukan Posko siaga banjir ini untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.
"Tim gabungan mendirikan posko sebagai kesiapan siagaan untuk bergerak cepat apabila ada korban banjir yang membutuhkan bantuan," ujarnya.
Pihaknya berharap dengan dibentuknya posko dapat membantu masyarakat dan tempat pengungsian sementara, saat debit air semakin tinggi dan diharuskan untuk mengungsi.
Lokasi yang banjir saat ini di RT. 01, RT. 02, dan RT. 03 Desa Nanga Mua. Akibat meluapnya sungai Arut karena curah hujan yang tinggi, dan kiriman air dari hulu sungai.
--page
"Saat ini debit air sekitar 30 cm sampai 80 cm dari jalan. Sehingga harus tetap waspada," ungkapnya.
Untuk itu diimbau warga Desa Nanga Mua agar mengamankan harta benda serta jaga keselamatan, mengingat sampai dengan saat ini curah hujan tidak bisa di prediksi sehingga tidak menutup kemungkinan debit air akan bertambah tinggi.
"Diharapkan kepada warga untuk mematikan arus listrik mengingat sangat berbahaya saat banjir serta menghindari konsleting," pungkasnya. (DANANG/B-6)









