BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menyampaikan ada tiga pilot projects sebagai manifestasi program pengembangan koperasi pangan modern.
"Pertama, pengembangan budi daya dan hilirisasi kacang koro, sebagai substitusi kacang kedelai yang sebagian besar masih diimpor," kata Edy saat membacakan sambutan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI Teten Masduki di Kantor Koperasi dan UMKM Kalteng Selasa 12 Juli 2022.
Kemudian plot projects kedua, hilirisasi sawit rakyat berbasis koperasi untuk melakukan pengolahan minyak makan merah sebagai alternatif minyak goreng.
Terakhir, pendampingan bagi koperasi perikanan untuk memperbaiki tata kelola manajemen usaha dan peningkatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan peningkatan nilai tambah produk olahan perikanan.
Pendampingan bagi koperasi pengelola Rumah Produksi Bersama (RPB) pada beberapa komoditas seperti minyak nilam, jahe, kayu/rotan, kelapa, dan daging sapi.
--page
--page
Melalui RPB diharapkan terjadi standarisasi produk, sehingga UMKM yang tergabung memiliki produk dengan kualitas sama dan terbaik. (HERMAWAN DP/B-6)









