BORNEONEWS, Muara Teweh - Bupati Barito Utara H Nadalsyah mengatakan, kabupaten yang dipimpinnya berisiko tinggi menjadi wilayah peredaran gelap narkoba.
Karena, menurut Nadalsyah, Kabupaten Barito Utara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah yang berdiri sejak 29 Juni 1950 dengan luas wilayah 8.300 KM2, jumlah penduduk 157.231 jiwa.
Selanjutnya, batas wilayah sebelah utara berbatasan Kabupaten Murung Raya dan Provinsi Kalimantan Timur, sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Barito Selatan dan Provinsi Kalimantan Selatan, dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kapuas.
" kondisi geografis tersebut menjadikan Kabupaten Barito Utara menjadi wilayah yang beresiko tinggi peredaran gelap Narkoba, terutama dari Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Selatan," ungkap Nadalsyah dalam kegiatan Sosialisasi Intruksi Presiden (Inpres) No 2 Tahun 2022 tentang Rencana Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan menggandeng BNN Propinsi Kalimantan Tengah, di aula Bappeda Litbang Muara, Kamis 14 Juli 2022.
Nadalsyah juga menyampaikan kepada Kepala BNNP Provinsi Kalteng, bahwa secara administratif Kabupaten Barito Utara terdiri dari sembilan kecamatan, 93 desa dan 10 kelurahan. Potensi terbesar yang dimiliki ada pada sektor kehutanan, pertambangan batubara dan emas, sektor perkebunan terutama kelapa sawit dan karet.
--page
"Potensi ini memberikan andil yang cukup besar bagi pemasukan negara dan daerah serta penyerapan tenaga kerja baik lokal maupun dari luar, kondisi ini pula menjadi potensi resiko penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di wilayah perkebunan dan pertambangan," jelas Nadalsyah
Tidak hanya itu, lanjut dia, di kalangan remaja, masyarakat luas juga sangatlah rentan terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba. hal ini mungkin disebabkan kurangnya sosialisasi akan bahaya narkoba.
Nadalsyah berharap dengan diberikannya sosialisasi tentang edukasi dan pemahaman yang sempurna akan bahaya penyalahgunaan narkoba, diharapkan mampu melahirkan program P4GN dalam upaya menciptakan masyarakat Iya Mulik Bengkang Turan yang berkarakter, anti terhadap penyalahgunaan narkoba. "Hal ini demi terwujudnya Kabupaten Barito utara yang bersih narkoba sampai ke pedesaan," harap Nadalsyah. (RAMADHANI/B-5)









