BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Rencananya tahun 2023, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) bakal berikan kesempatan petani kelapa sawit yang berada di Kecamatan Arut Selatan (Arsel) untuk dapatkan serifikasi ISPO dan RSPO.
Menurut Ketua APKSM, YB Zainanto Hari Widodo, untuk itulah pihaknya melakukan pertemuan dan koordinasi dengan pihak Kecamatan Arsel untuk merealisasikan hal tersebut.
"Tadi kami dari APKSM bersama pendamping perusahaan yaitu Head Sustainable PT. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Tbk - Citra Borneo Indah (CBI) Group, Henky Satrio, barusan menggelar pertemuan guna berkoordinasi dengan Camat Arsel Muhammad Ramlan di Kantor Kecamatan Arsel. Tanggapan beliau sangat baik terkait rencana pengembangan organisasi APKSM ke kecamatan Arsel. Sehingga petani kelapa sawit semakin sejahtera dengan mengikuti program sertifikasi," jelas YB Zainanto Hari Widodo.
Pasalnya, menurut YB Zainanto Hari Widodo, sejak berdiri tahun 2019, APKSM telah melakukan pendampingan petani kelapa sawit untuk mendapatkan sertifikasi RSPO.
"Tercatat sampai dengan tahun 2022 ini jumlah petani anggota APKSM sebanyak 600 orang dengan luas lahan tersertifikasi seluas 1.400 hektar yang berada di 5 desa di wilayah kecamatan Pangkalan Lada," jelas YB Zainanto Hari Widodo.
--page
Karena itulah, menurut Zainanto Hari Widodo, guna pengembangan organisasi, tahun 2023 APKSM memperluas wilayah dengan mengajak petani kelapa sawit di Kecamatan Arsel, agar bisa mendapatkan sertifikasi ISPO dan RSPO seperti yang tekah dirasakan oleh anggota APKSM.
"Karena tahun 2023 APKSM bakal memiliki dua regional organisasi yakni regional I, meliputi desa-desa wilayah organisasi di kecamatan Pangkalan Lada dan regional II akan meliputi pengembangan anggota baru di kecamatan Arsel," jelas YB Zainanto Hari Widodo.
Menurut YB Zainanto Hari Widodo, hal ini bertujuan agar lara petani kelapa sawit di Kecamatan Arsel juga bisa mendapatkan nilai tambah bila mengikuti asosiasi ini, serta memiliki sertifikasi ISPO dan RSPO.
"Selain telah mengikuti sertifikasi minyak sawit berkelanjutan skema RSPO, pada tahun 2022 APKSM akan mengikuti sertifikasi minyak sawit berkelanjutan mandatori pemerintah yaitu skema ISPO," jelas YB Zainanto Hari Widodo.
Menurut YB Zainanto Hari Widodo, untuk melaksanakan rencana organisasi tersebut, APKSM akan terus melakukan koordinasi dengan pendamping APKSM yaitu Tim Sustainable PT. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Tbk.
--page
"PT. SSMS, Tbk sebagai perusahaan yang selama ini mendampingi APKSM, berkomitmen akan terus melakukan pendampingan secara teknis seperti pelatihan baik kepada anggota serta penguatan manajemen organisasi sehingga semakin banyak petani swadaya yang tersertifikasi," jelas YB Zainanto Hari Widodo.
Di tempat yang sama, Kabid Produksi Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Holtiikultura dan Perekebunan (TPHP) Kabupaten Kobar, Maryami, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa pihaknya mendukung langkah APKSM untuk terjun dalam implementasi standar nasional minyak sawit berkelanjutan atau ISPO.
"Dengan sinergi antara APKSM, PT SSMS dan Dinas TPHP selain mandatori pelaksanaan Perpres 44 tahun 2020, maka langkah untuk memperkuat legalitas pekebun melalui kepemiliksan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) serta manfaat yang diterima oleh petani swadaya akan meningkat dan sejahtera dengan membentuk organisasi petani swadaya," jelas Maryami. (WAHYU KRIDA/B-5)









