BORNEONEWS, Palangka Raya - Corporate Secretary Sawit Sumbermas Sarana atau PT SSMS Tbk, Swasti Kartikaningtyas mengatakan bahwa perseroan optimistis tetap melaksanakan kewajibannya untuk membayar kupon obligasi global dan sisa pokok obligasi global tersebut hingga waktu jatuh tempo pada Januari 2023.
"Kinerja perseroan sangat positif, sehingga kami yakin akan kemampuan untuk tetap melaksanakan kewajiban," kata Swasti dalam rilisnya yang diterima pada Senin, 25 Juli 2022.
PT SSMS Tbk telah menyelesaikan pembayaran pembelian kembali atau buyback sebagian obligasi globalnya atau tender offer pada akhir Juli 2022 ini. Hal ini dilakukan setelah perseroan menandatangani kesepakatan fasilitas pembiayaan sindikasi yang diberikan kepada perseroan yang dipimpin oleh dua bank nasional, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk sebagai joint mandated lead arranger and bookrunner atau JMLAB dengan nilai total pinjaman kredit senilai Rp 3,6 Triliun akhir Juni 2022 lalu.
"Manajemen telah memperkirakan kinerja ke depan lebih optimal dengan melakukan langkah tender offer ini, bukan hanya untuk keberlanjutan bisnis, tetapi untuk lebih mengembangkan perseroan dapat bersaing di industri kelapa sawit yang dinamis dan lebih sehat di kancah internasional," kata Swasti lagi.
Tahun ini, lanjutnya, emiten perkebunan sawit ini mengincar penjualan sebesar Rp 5,47 triliun. Untuk memuluskan target tersebut, perseroan siap memproduksi 566.265 ton minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil/CPO.
--page
Perseroan menyebutkan, target itu sejalan dengan perkiraan cuaca tahun ini yang baik dan mendukung panen raya buah kelapa sawit sesuai dengan siklus tanam-panen 5 tahunan. Perseroan juga telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 600 miliar untuk menunjang rencana bisnis di 2022. Dengan strategi itu, perseroan optimistis target penjualan akan tercapai, begitu juga dengan peningkatan laba bersih.
"Untuk mencapai target penjualan yang sudah ditentukan, perseroan akan terus mengoptimalkan suplai kebutuhan CPO untuk hilirisasi entitas anak ke PT Citra Borneo Utama atau CBU. Dengan langkah optimalisasi tersebut, akan membuat terserapnya mayoritas CPO SSMS ke CBU dan meningkatkan utilisasi pabrik CBU," terangnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)









