INSIDEN teror bom di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, tidak membuat warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) takut bepergian ke Jakarta.

Hal ini terlihat dari keberangkatan penerbangan dari Bandara H Asan Sampit dengan tujuan Jakarta. Dalam beberapa hari terakhir, 106 set kapasitas pesawat Kalstar yang melayani rute tersebut, 80% terisi.

“Tidak ada penurunan penumpang setelah teror bom di ibu kota, karena hampir setiap kali penerbangan ke Jakarta, rata-rata 80% set terisi,” ujar Asep Syaifudi, Sales Representatif Kalstar Aviation Sampit, saat dibincangi melalui telepon genggam, Rabu (20/1/2016).


Sementara itu, Komandan Aviation Security (Avsec) Bandara H Asan Sampit Kelly Jawikal mengatakan, hingga saat ini aktivitas di bandara aman dan lancar.

Tidak ada gangguan seperti orang-orang yang mencurigakan atau barang-barang yang diduga bahan peledak. “Hingga saat ini masih aman, dan penjagaan di bandara ini kami perketat,” ucap Kelly.  


Penjagaan di bandara diperketat untuk mengantisipasi penyelundupan bahan peledak dan masuknya terorisme. Sehingga aliran seperti terduga pelaku bom bunuh diri di Thamrin, Jakarta Pusat, yakni Dian Juni Kurniadi (DJK) alias Inyong tidak ada lagi di daerah ini.


Dari pantauan Borneonews di Bandara H Asan Sampit, sejumlah intelejen dari Polres Kotim maupun Polsek Baamang terlihat sedang mengawasi sejumlah penumpang yang turun di bandara tersebut. Bahkan dari TNI juga hadir, guna mengantisipasi adanya teroris masuk ke daerah ini. (MH/B-2)