BORNEONEWS, Tamiang Layang - Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas melalui Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Trikorianto menjelaskan alasan pemerintah daerah mulai memprogramkan pengembangan tanaman sawit masyarakat. Program ini dimulai pada tahun 2022 dengan bantuan pembukaan lahan seluas 800 hektare.
"Permintaan minyak sawit saat ini semakin meningkat baik di dalam negeri maupun di seluruh dunia," kata Trikorianto terkait potensi tanaman sawit, Rabu, 24 Agustus 2022.
Menurutnya, selain untuk kebutuhan minyak goreng, makanan olahan dan bahan baku industri, minyak sawit juga menjadi unggulan untuk bahan bakar terbarukan seperti biodiesel.
"Kita yakin bahwa dua sampai tiga tahun kedepan prospek budidaya tanaman sawit ini sangat baik," lanjut Trikorianto.
Pada 2022 ini melalui APBD Perubahan, Pemkab Barito Timur menganggarkan bantuan pembukaan lahan sawit sebesar Rp2,5 juta per hektare untuk total lahan seluas 800 hektare yang tersebar di Kecamatan Patangkep Tutui, Awang, Benua Lima, Dusun Timur, Karusen Janang, Paku, Raren Batuah dan Kecamatan Pematang Karau.
Selanjutnya pada tahun anggaran 2023, para petani yang telah mendapatkan bantuan pembukaan lahan akan diberikan bantuan bibit, sarana produksi pupuk dan obat-obatan.
Untuk memastikan program dan bantuan yang digulirkan pemerintah ini tepat sasaran, maka Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP di setiap kecamatan ditugaskan untuk melakukan pendataan bersama pemerintah desa.
--page
Pemerintah mensyaratkan petani yang mendapatkan bantuan memiliki lahan subur, bukan lahan sawah dan plasma perusahaan perkebunan, tidak masuk dalam kawasan hutan, tidak mengganggu lahan karet.
Bantuan ini juga dibatasi maksimal satu hektare per keluarga serta tidak diperuntukkan bagi PNS, anggota TNI, Polri serta pegawai BUMN atau BUMD. (BOLE MALO/B-6)









