BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengatakan ekspor Kalteng selama bulan Juli 2022 mengalami kenaikan sebesar 25,18 persen atau senilai US$ 507,85 dibanding Juni 2022 yang hanya US$ 405,70 juta.
"Untuk komoditas yang diekspor Kalteng ke beberapa negara selama bulan itu yakni mencakup barang-barang non migas," kata Eko, Kamis, 8 September 2022.
Kemudian, untuk total volume ekspor Kalteng pada Juli 2022 itu juga mengalami peningkatan sebesar 39,01 persen dibandingkan Juni 2022.
Nilai ekspor hasil tambang memiliki kontribusi paling besar yaitu 84,83 persen terhadap total nilai ekspor Kalteng pada Juli 2022. Apabila dibanding dengan Juni 2022, nilai ekspor hasil tambang mengalami kenaikan sebesar US$ 85,72 juta atau 25,38 persen, dari US$ 337,78 juta menjadi US$ 423,50 juta.
Adapun komoditas utama ekspor hasil tambang diantaranya yakni batu bara, bijih zirkonium, bijih seng, pasir zirkon, dan bijih timbal.
--page
Selanjutnya, untuk nilai ekspor hasil industri pengolahan Kalteng pada Juli 2022 yakni mencapai US$ 83,22 juta dan memberikan kontribusi sebesar 14,86 persen terhadap total nilai ekspor Kalteng pada Juli 2022.
Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu Juni 2022 ekspor hasil industri mengalami kenaikan senilai US$ 16,42 juta atau sebesar 24,58 persen.
Adapun komoditas utama ekspor hasil industri pengolahan terebut diantaranya yakni minyak kelapa sawit, emas bongkahan, karet, kayu lapis, kayu, dan titanium.
Dihitung secara kumulatif dari bulan Januari-Juli 2022, nilai ekspor Kalteng mengalami kenaikan sebesar 98,26 persen, dari US$ 1.682,15 juta pada Januari-Juli 2021 menjadi US$ 3.335,08 juta di bulan Januari-Juli 2022.
"Bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani nabati, serta bijih, kerak, dan abu logam merupakan komoditas utama sebesar 93,04 persen dari total ekspor pada Januari-Juli 2022," ucap Eko. (DONNY D/B-5)









