BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim BPBD Kota Palangka Raya memantau enam titik lokasi rawan banjir akibat hujan turun dengan intensitas tinggi. Enam titik itu yakni di Jalan Danau Rangas, Jalan Belibis, Jalan Krakatau, Jalan Temanggung Tilung, Jalan Meranti/Pengaringan III dan Jalan Sisingamangaraja.
"Dari Hasil Pemantauan di Jalan Danau Rangas, diperkirakan adanya penurunan debit air kurang lebih 5 centimeter. Jalan Belibis (simpang Antang) adanya luapan air di duga akibat drainase tidak mampu menampung debit air," ungkap Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Rabu, 14 September 2022.
Kemudian, dari hasil pemantauan di Jalan Belibis (simpang Beliang), ada luapan air di duga akibat drainase tidak mampu menampung debit air. Di Jalan Krakatau tidak ada genangan air di Badan Jalan, akan tetapi volume air di pengaringan sudah rata dengan badan jalan.
Selanjutnya, dari hasil pemantauan di Jalan Meranti/Pengaringan III, kondisi saat ini aman. Untuk Jalan Sisingamangaraja, sepanjang jalan tergenang akibat drainase tidak mengalir dengan baik.
"Beberapa masalah yang kita dapat dari lapangan adalah tersumbatnya saluran drainase dan juga pendangkalan yang mengakibatkan sebagain besar luapan yang terjadi," ungkapnya.
--page
Emi meminta masyarakat untuk terus waspada banjir, karena sampai saat ini, hujan masih terus terjadi di Kota Palangka Raya. "Terutama masyarakat pinggiran aliran sungai Kahayan untuk terus waspada karena kondisi air terus mengalami peningkatan," tukasnya. (AGUS/B-7)









