PELAKU pembunuh Saprudin alias Udin (40) warga Jalan Kapuas, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kotim, kemungkinan besar bisa bertambah. Udin ditemukan tewas di dekat rumahnya dengan empat luka tusukan pisau pada Minggu (24/1/2016) lalu. Pelaku yang nekat melakukan hal itu adalah adiknya sendiri yakni Herman.


Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kapolsek Baamang Iptu Sutardi mengatakan, saat kejadian, tidak hanya ada Herman di lokasi itu, namun juga Norman dan Sukardi. “Memang dari pengakuan kedua saudara korban saat diperiksa hanya Herman yang membunuh kakaknya tersebut

. Namun tetap kami dalami, sambil menunggu pelaku tertangkap,” ujar Sutardi, Selasa (26/1/2016).


Polisi hingga kini terus mengejar Herman yang diduga masih berada di sekitar Kotim. mereka juga meminta agar pelaku segera menyerahkan diri ke markas polisi. Sehingga yang bersangkutan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya yang nekat membunuh kakanya sendiri.

“Kami juga sudah bolak-balik ke rumah korban, namun kata keluarganya dia tidak pernah pulang setelah kejadian itu,” lanjut Sutardi.   


Saat ini polisi terus melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Sejumlah saksi masih terus diperiksa guna mencari tahu siapa saja yang terlibat dalam tragedi berdarah tersebut. Tidak adanya saksi dari masyarakat yang melihat langsung kejadian itu. Sehingga mereka hanya dapat keterangan dari adik-adik korban saja.


Sementara itu, tewasnya korban akibat dua tusukan pisau di bagian dada serta satu luka sayatan di punggung kiri dan lengan kanan. Korban ditemukan warga tergeletak di dekat rumahnya, dan hanya menggunakan celana pendek tanpa memakai baju.


Pembunuhan itu dipicu lantaran Herman tidak terima beras dan dua bungkus mie instan yang disimpannya untuk makan keluarganya diambil oleh korban.
 (MH/B-2)