BORNEONEWS, Nanga Bulik - Banjir yang melanda Kabupaten Lamandau menyisakan trauma yang di alami oleh warga, terutama bagi anak-anak. Mengikis trauma yang dialami, Polres Lamandau bersama instansi terkait menggelar terapi trauma healing.
Wakapolres Lamandau Kompol Novalina Tarihoran berharap, kegiatan tersebut dapat mengembalikan senyum ceria anak-anak terdampak banjir. Trauma Healing diisi dengan acara hiburan anak yakni menyanyi bersama, main tebak-tebakan berhadiah dan mewarnai gambar.
“Syukurlah anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan dan terlihat sangat terhibur,” ucap Waka saat dikonfirmasi pada Kamis, 3 November 2022.
Dikatakan Nova, Kegiatan itu juga mengajak anak-anak agar sigap dan siap jika suatu saat nanti mereka menghadapi kondisi banjir. Pihaknya juga memberikan bingkisan makananan minuman dan mainan kepada anak-anak terdampak banjir di kelurahan Nanga Bulik.
“Dengan kegiatan itu diharapkan anak tidak panik atau takut saat menghadapi bencana banjir,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Seksi Dokkes Polres Lamandau juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan anak-anak dan konsultasi kesehatan, serta memberikan vitamin/suplemen kepada anak-anak.
--page
Menurut Nova, penanganan trauma paska bencana sangat penting untuk mengembalikan kondisi psikologis para korban terlebih anak-anak. Melalui trauma healing diharapkan dapat membantu menghilangkan trauma yang menghinggapi mereka.
“Dengan kegiatan ini, diharapkan semua pihak turut terpanggil melaksanakan trauma healing atau upaya positif lainnya untuk memberikan perhatian kepada saudara saudara kita yang menjadi korban bencana,” pungkas Nova. (HENDI NURFALAH/B-6)









