BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Komisi II DPRD Kapuas mendorong kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat melalui dinas terkait agar menyiapkan stok beras guna mengantisipasi terjadinya krisis pangan lokal.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kapuas, Darwandie agar Pemkab mengangarkan anggaran untuk mengantisipasi apabila terjadinya krisis pangan.
Juga, lanjut dia dilakukan dalam menyiapkan hal itu agar apabila terjadi bencana, tidak perlu lagi harus menunggu penyaluran beras di perum Bulog yang disediakan oleh Pemerintah Pusat.
Karena, apabila penyaluran beras dari perum Bulog harus menunggu penetapan status siaga bencana terlebih dahulu.
“Artinya, apabila terjadi bencana gagal panen, pemerintah daerah bisa langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat karena stok beras daerah sudah ada,” kata Darwandie, Kamis, 17 November 2022.
--page
Menurut politisi senior dari PPP ini dengan mempunyai stok beras sendiri khusus untuk penanganan bencana alam terutama gagal panen bisa digunakan untuk membantu petani yang terdampak seperti bencana hama tungro.
Adapun, pihaknya juga telah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, bersama HKTI, dan KTNA setempat.
"Hasil rapat itu akan diusulkan dalam rapat gabungan, sehingga usulan dapat disampaikan kepada dinas teknis dalam hal ini Dinas Pertanian untuk di programkan di tahun 2023," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-5)









