SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kasus kematian Antoni (24) masih menjadi misteri sampai saat ini. Korban ditemukan tak bernyawa dan mengapung di sebuah parit disalah satu perusahaan sawit di Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa 15 November 2022.

Namun pihak Polres Kotim terus menyelidiki kematian korban dan saat ini sudah 10 saksi yang diperiksa untuk mengumpulkan keterangan agar awal dari korban meninggal cepat diketahui.

Antoni diduga menjadi korban pembunuhan. "Namun saksi-saksi yang diperiksa ini belum ada yang mengarah ke pelaku pembunuhan," kata Kasat Reskrim AKP Lajun Siado Rio Sianturi diwakili oleh KBO Reskrim, Iptu Nana Rusyana Kamis 1 Desember 2022.

Dia mengatakan pemeriksaan untuk mengungkapkan kematian korban di antaranya pihak keluarga, teman kerja korban, pihak perusahaan, tapi untuk yang mengarah ke pelaku pihaknya masih mendalami kematian korban.

"Untuk hasil otopsi di rumah sakit belum keluar. Jadi kami juga masih menunggu hasilnya," bebernya. Sebelumnya korban merupakan karyawan di perusahaan sawit yang ada di Desa Sebabi.

--page

Dia bekerja bersama orang tua dan pamannya, namun sebelumnya saat kematian korban saat itu keadaan di perusahaan sedang banjir. Jadi para karyawan tidak bekerja.

Setelah banjir, korban baru ditemukan dalam keadaan mengapung di parit dalam kondisi tidak bernyawa. (Buddi Rahmat H/B-6)