Satwa tertentu yang dimaksud adalah anjing, kucing,bahkan monyet. Mengapa? Karena jenis binatang itu merupakan satwa transformervirus, yang juga boleh dikata khas Kalimantan Tengah. Yakni virus rabies.
Memang, khususuntuk Indonesia, anjing merupakanpembawa virus rabies paling dominan. Sebanyak 98% kasus rabies di Indonesiadisebabkan oleh gigitan anjing.
Kalimantan Tengah memang unik, pada thun 2014, di daerahini hanya ada satu orang meninggal karena rabies. Tetapi dari Januari 2015hingga Juli 2015, di daerah ini sudah ada tujuh orang yang meninggal akibatrabies. Belum diketahui berapa total korban rabies hingga akhir tahun2015.
Yang jelas,kehebohan soal rabies ini merata di semuakabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Malah, pada akhir Januari 2016, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kotawaringin Barat melakukan uji sampling terhadap sembilan ekoranjing. Sungguh mengejutkan ketika dari sembilanekor anjing yang secara acak dijadikan sample untuk diuji, ternyata semuanya (100%) mengidap virusrabies.
Betapa bahayarabies mengintai warga Kalimantan Tengah, khususnya Kotawaringin Barat yangsudah melakukan uji sampling tadi. Dancelakanya, saat ini, daerah inikahabisan vaksin anti rabies (VAR). Inisungguh kenyataan yang mengerikan di saat wabah rabies merajalela.
Sungguh patut ditelusur, mengapa daerah ini kehabisanstok vaksin rabies. Ini jangan-jangan akibat terlena pada tahun 2014. Padatahun 2014, korban rabies hanya satu orang. Dan, jangan-jangan karena optimisme yang berlebih, maka tahun 2015 tidakmenganggarkan belanja vaksin yang cukup. Akibatnya stok terbatas.
Birokrasi kita kadang terjebak pada prestasi-prestasiyang sebenarnya semu. Kita sering dengan mudah menyatakan bebas malaria, bebas demam berdarah, bebaskaki gajah. Jangan-jangan tahun 2014 juga telah dikibarkan bendera bebasrabies.
Akibatnya, para <>stake holders takabur.Lengah. Wabah tidak benar-benar pergi. Wabah hanyalahsiklus, suatu saat menghilang, tetapi disaat yang lain muncul kembali.


