BORNEONEWS, Sampit - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama stake holder melakukan pemadaman terhadap kebakaran lahan yang kembali terjadi di kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur.
Selasa siang, 3 Januari 2023 kebakaran lahan terjadi langsung di 3 titik berbeda dan masih berada di dalam kota dekat dengan permukiman warga.
Kepala BPBD Kotim, Rihel menyebut berdasarkan data yang mereka kumpulkan, titik kebakaran yang pertama terjadi di Jalan Pramuka dan 2 titik lainnya berada di kawasan Jalan Tidar.
Kebakaran terjadi dengan waktu yang hampir bersamaan yang seluruh lokasinya tidak jauh dari permukiman warga.
"Hari ini ditemukan 3 titik api dan semua lokasi jauh dari sumber air. Kalau ditotal dari tanggal 1 Januari kemarin sudah ada 6 titik kebakaran," ungkapnya.
Kebakaran lahan yang diduga terjadi akibat perbuatan yang disengaja, tapi kepulan asap tebal di udara, bahkan kawasan permukiman warga di sekitar lokasi terjadinya kebakaran lahan juga diselimuti kabut asap dan membuat mata terasa perih.
BPBD dalam melakukan pemadaman kebakaran lahan dengan mengerahkan petugas harus dihadapkan dengan titik api yang sulit dijangkau sehingga membuat petugas juga harus membuka jalur di padang semak belukar untuk menuju titik api.
Belum lagi keterbatasan peralatan selang sepanjang kurang lebih 300 meter yang telah disambung dari mobil tangki BPBD belum bisa mencapai titik api.
--page
Beruntung di tengah upaya pemadaman yang sulit dilakukan cuaca pada siang itu yang semula terik berubah mendung hingga turun hujan cukup deras sehingga membuat lahan yang terbakar akhirnya padam oleh hujan. (NOOR ANNISA/B-11)









