BORNEONEWS, Sukamara - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rovinsi Kalimantan Tengah mencatat sebanyak 90 titik panas terpantau di Kabupaten Sukamara pada tahun 2022.
Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi mengatakan, dinamika iklim telah menjadikan Kabupaten Sukamara menempati posisi kedua dalam hal jumlah kejadian karhutla, dan menampati posisi pertama dalam hal luasan area lahan yang terbakar.
"Untuk itu, kepada semua elemen dan stakeholder terkait dituntut untuk disiapsiagakan dalam menghadapi dan menanggulangi bencana alam karhutla," ujarnya.
Ahmadi menuturkan, berdasarkan data penanganan karhutla dari BMKG Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2022 bahwa di Kabupaten Sukamara telah muncul sebanyak 90 titik panas dengan luasan area terbakar suar 177 hektare.
"Jadi apel kesiapsiagaan mennghadapi bencana alam karhutla ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan seluruh elemen dan stakeholder terhadap bencana ini," ucapnya.
--page
Karena bencana kebakaran hutan dan lahan juga menjadi salah satu ancaman bagi stabilitas pemerintah daerah maupun nasional. (NORHASANAH/B-5)









