BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengapresiasi satuan pendidikan yang berlabel sekolah penggerak. Wakil Bupati Kotim Irawati menyebutkan melalui program kurikulum merdeka yakni Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) mampu membentuk karakter dan mengembangkan kompetensi siswa.
"Yang mana semua siswa diberi kesempatan untuk mengalami pengetahuan sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya," katanya, usai menghadiri kegiatan gelar P5 SMAN 1 Sampit, di Atrium Citimall, Sabtu, 14 Januari 2023.
Dia mengatakan, sekolah penggerak merupakan program Kemendikbud sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan, sekolah ini berkewajiban menjalankan kurikulum merdeka.
"Di mana dalam pembelajarannya tentunya dengan paradigma baru dirancang berbeda sehingga siswa belajar sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya," tuturnya.
Dia melanjutkan, prinsip-prinsip utama dalam P5 bersifat holistik, kontekstual, berpusat kepada siswa dan eksploratif, sehingga bermanfaat bagi siswa, tak hanya dalam membentuk karakter dan mengembangkan kompetensi tetapi juga dalam pemecahan masalah, tanggung jawab serta kepedulian terhadap isu di sekitar.
--page
"Saya mewakili Bupati berpesan agar dapat menjalankan kurikulum merdeka ini dengan baik, demi anak-anak yang kita banggakan sebagai penerus dan pemimpin bangsa pada masa depan dan kemajuan Kabupaten Kotim khususnya," pungkasnya.
SMAN 1 merupakan salah satu dari 4 sekolah yang lolos sebagai sekolah penggerak angkatan kedua di Kabupaten Kotim. Pada pameran P5 ini, SMAN 1 Sampit menonjolkan karya atau produk berupa kolase dan poster.(NOOR ANNISA/J)









