Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan saat ini sedang dalam proses membentuk posko siaga banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Katingan Iching mengutarakan, pihaknya sudah mengajukan pembentukan posko siaga banjir tersebut kepada Bupati Katingan Ahmad Yantenglie.
"Usulan pembentukan posko siaga banjir sudah kita sampaikan kepada pa bupati. Saat ini tinggal menunggu prosesnya saja," kata Iching kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin (22/2).
Menurutnya, pembentukan posko tersebut merupakan salah satu langkah yang diambil BPBD setempat untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir. Apalagi, saat ini intensitas curah hujan di Kabupaten Katingan cukup tinggi.
"Berdasarkan laporan dari Badan Meterorologi, Kimatologi dan Geofisikan Provinsi Kalimantan Tengah, memang curah hujan tinggi di katingan terjadi pada bulan februari dan Maret. Untuk itu kita segera membentuk posko siaga banjir," ujarnya.
Mantan Kabag Umum Setda Katingan ini mengakui, memang dampak serangan bencana banjir selama beberapa tahun terakhir tidak menunjukkan kerugian material yang signifikan. Apalagi sampai menelan korban jiwa. Pun demikian pihaknya tetap melakukan antisipasi serangan banjir yang umumnya terjadi akibat luapan air Sungai Katingan.
"Intinya kalau banjir di Katingan belum pernah terjadi dampak sangat parah. Terkecuali pada 2008 terjadi banjir besar. Akan tetapi kerugian yuang ditimbulkan juga tidak signifikan dan tidak ada korban jiwa.
Dia menambahkan, selama banjir yang terjadi di sejumlah wilayah kecamatan belum pernah terjadi adanya insiden pengungsian. Karena waktu banjir realtif singkat satu sampai tiga hari. Meski begitu, dirinya tetap menghimbau kepada masyarakat terutama yang bermukin di pinggiran sungai agar terus mewaspadai kemungkinan luapan air sungai katingan yang dapat menyebabkan banjir. (HAIRUL SALEH/m)





