PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat telah mengeluarkan rilis terkait adanya potensi cuaca ekstrem dalam sepekan kedepan di beberapa tempat di Indonesia. Kondisi cuaca itu secara tidak langsung juga mempengaruhi wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Kepala BMKG Kelas III Iskandar, Aqil Ihsan pada Senin, 6 Februari 2023 memberikan penjelasan mengenai pengaruh cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Indonesia dengan kondisi cuaca di Kobar.

"Wilayah kobar lebih dipengaruhi oleh belokan angin sehingga potensi hujan ringan hingga sedang masih terjadi dalam sepekan kedepan," jelas Aqil Ihsan.

Menurut Aqil Ihsan, hal tersebut membuat kondisi cuaca di Kabupaten Kobar tidak se-ekstrim di wilayah Jawa dan sekitarnya yang mendapat efek tidak langsung akibat siklon di Selatan.

"Namun kondisi di wilayah Kalteng sendiri masih berpotensi hujan sedang-lebat dalam 3 hari ini. Jadi, tetap waspada terjadi hujan lebat disertai angin kencang dlm 3 hari ke depan," jelas Aqil Ihsan.

--page

Aqik Ihsan juga menjelaskan, untuk gelombang laut di wilayah sekitar perairan Kobar pada hari ini dalam kategori rendah. "Namun warga yang beraktivitas di luar ruangan, khususnya yang berada di kawasan perairan diharapkan berhati-hati terhadap angin yang berkisar antara 4 - 20 knot," demikian Aqil Ihsan menyampaikan. (WAHYU KRIDA/Y)