BORNEONEWS, Palangka Raya - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus melakukan upaya penanganan untuk menekan kasus stunting di provinsi setempat.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Kalteng, Dadi Ahmad Roswandi mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan angka stunting adalah dengan memaksimalkan penggunaan aplikasi Elsimil.
"Pencegahan stunting harus dilaksanakan dari hulu kepada calon pengantin dalam upaya percepatan penurunan di berbagai tingkatan wilayah. Implementasi pencegahan stunting dari hulu melalui aplikasi Elsimil," katanya, Selesa, 7 Februari 2023.
Menurutnya, upaya untuk membangun pemahaman yang sama tetang pentingnya pencegahan stunting harus dilaksanakan sedini mungkin. Upaya edukasi dan koordinasi lintas sektor harus mulai ditingkatkan.
"Perlu ada komitmen bersama dalam implementasi pencegahan stunting. Aplikasi Elsimil juga digunakan tiga bulan sebelum menikah dan mengisi tentang identitas diri yang berguna untuk melihat kondisi calon pengantin, sehingga dapat melahirkan anak yang sehat," jelasnya.
--page
Dia mengatakan, beberapa indikator yang akan diukur ialah seperti melihat kondisi calon pengantin, mulai dari tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas dan anemia. Calon pengantin juga dicek kondisi kesehatannya. (NOPRI/Y)









