BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS menjadikan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 sebagai budaya.
Tidak heran hal ini membawa hingga 8 anak grup perusahaan ini mendapat penghargaan Zero Accident atau nihil kecelakaan kerja dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi atau Disnakertrans Provinsi Kalteng.
"SSMS menjadikan K3 sebagai budaya di setiap lini, termasuk berbagai kegiatan," kata Head of Sustainability, PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS Henky Satrio Wibowo dalam rilisnya kepada Borneonews pada Kamis, 16 Februari 2023.
Budaya K3 menurut Henky dilakukan melalui beberapa kegiatan seperti sosialisasi, Health, Safety, and Environment atau HSE Talk dan inspeksi rutin setiap minggunya oleh Koordinator Sustainability.
"Ini untuk menyikapi kurangnya pemahaman karyawan terkait resiko bahaya saat bekerja," jelas Henky lagi.
--page
Hal ini terus dilakukan menurut Henky karena SSMS menyadari bahwa kepatuhan terhadap K3 bukan sekadar memenuhi persyaratan perundangan-undangan tetapi juga hal itu merupakan wujud tanggung jawab moral sebagai pengelola perusahaan.
"Kepatuhan terhadap sistem K3 merupakan tanggung jawab perusahaan dalam memberikan perlindungan terhadap pekerja dengan menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan aman," tegasnya.
Dengan komitmen ini, maka tidak heran jika penghargaan tersebut diterima atas capaian 6.888.698 jam kerja produksi tanpa cedera, terhitung tanggal 1 Januari 2020 sampai dengan 31 Desember 2022.
"PKS yang berhasil mendapatkan penghargaan tersebut yaitu PKS Sulung, Selangkun, Natai Baru, Suayap, Nanga Kiu, Melata, Sumber Cahaya dan Kanamit," kata Henky lagi.
PKS-PKS yang menerima penghargaan ini menurut Henky dinilai berhasil menerapkan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 dengan baik dan meraih predikat "zero accident" atau nihil kecelakaan bersama puluhan perusahaan penerima penghargaan lainnya. (TESTI PRISCILLA/H)









