PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Cabang Provinsi Kalimantan Tengah, drh Eko Hari Yuwono mengatakan, pengendalian dan penanggulangan penyakit pada hewan sulit untuk dilakukan di Kabupaten Barito Selatan lantaran tidak ada dokter hewan dinas di kabupaten tersebut.

"Di Barsel kan sudah beberapa tahun ini tidak ada dokter hewan ya. Jadi se-kabupaten Barsel itu tidak punya dokter hewan dinas," kata drh Eko kepada Borneonews pada Sabtu, 18 Februari 2023.

Ketiadaan dokter hewan, lanjut drh Eko, menjadi salah penyebab berkembangnya penyakit pada hewan di kabupaten tersebut, termasuk yang bisa menular kepada manusia bahkan mengakibatkan kematian.

"Karena tidak ada dokter hewan dinas, sehingga untuk pengendalian rabies atau penyakit hewan menular lainnya di Kabupaten Barsel akhirnya dipertanyakan, kenapa sampai tidak ada dokter hewan," tuturnya.

Hal ini menurutnya terbukti, dengan tidak adanya dokter hewan di Kabupaten Barito Selatan hingga kini, dua kecamatan di kabupaten tersebut berstatus Tanggap Darurat Rabies Bencana non Alam Kejadian Luar Biasa atau KLB Rabies.

--page

Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel otak anjing yang diperiksa oleh Balai Besar Veteriner Banjarbaru pada bulan November 2022 hingga Januari 2023, terdapat Hewan Penular Rabies atau HPR positif dan mengakibatkan kematian HPR di Kecamatan Dusun Selatan, Dusun Utara, dan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barsel. Sehingga, Penjabat Bupati Barsel mengeluarkan surat edaran mengenai status KLB Rabies ini. (TESTI PRISCILLA/Y)