Pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) dari pembayaran pajak kendaraan milik perusahaan perkebunan besar swasta (PBS) kelapa sawit masih minim. Pasalnya, hingga saat ini, banyak perusahaan yang lebih memilih menggunakan plat kendaraan luar daerah.
Sehingga pendapatan pajak kendaraan mereka masuk ke daerah lain. Padahal, perusahaan itu beroperasi di Kabupaten Seruyan.
Demikian diungkapkan Kepala Unit Pengelolaan Teknis dan Pajak Daerah Seruyan Sutejo Widiasmoro saat ditemui <Borneonews> di ruang kerjanya, Selasa (1/3/2016).
“Banyak perusahaan ataupun yang tergabung atas nama group perusahaan membayar pajak kendaraan mereka ke kabupaten lain seperti Kotim maupun Kobar. Padahal wilayah operasional kendaraan mereka di Seruyan,” kata Sutejo
Ia melanjutkan kesadaran pihak perusahaan selaku pemilik kendaraan terutama kendaraan roda empat untuk memindahkan pembayaran pajaknya di Seruyan masih sangat minim. Sehingga target PAD dari sektor pajak kendaraan milik perusahaan swasta tidak sesuai harapan.
Sutejo mencontohkan, beberapa perusahaan sawit atau group yang kendaraan roda empatnya sama sekali tidak menggunakan plat nomor Seruyan alias 0% antara lain PT Teguh Sempurna, PT Wana Sawit Subur Lestari serta PT Musirawas Citraharpindo dan beberapa perusahaan lainnya.
“Sedangkan beberapa perusahaan atau group yang kendaraannya menggunakan plat Seruyan seperti Triputra Agro Persada Group hanya lima unit ditambah PT Agro Indomas kurang lebih 100 unit, hanya ada satu group perusahaan yang sangat mematuhi penggunaan plat kendaraan mereka. Yakni Group Sinar Mas yang hampir 95 persen kendaraan mereka menggunakan plat Seruyan,” terang dia.
S
utejo mengaku prihatin dengan kondisi itu. Pasalnya, dampak yang ditimbulkan akibat operasional perusahaan itu sangat terasa seperti laju kerusakan jalan lebih cepat. (PN/B-8)


