BORNEONEWS, Palangka Raya - Dua orang punggawa yang selama ini melakukan penanganan dan pengendalian rabies di Kota Palangka Raya akan pensiun tahun ini. Mereka adalah Dokter Hewan atau drh Berita Jaya Ngindra, serta Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Veteriner, Sumardi.
Keduanya selama ini bertugas di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya dengan segala tugasnya, salah satunya mengenai penanganan kasus rabies di Kota Cantik.
"Saya dalam beberapa hari lagi akan segera pensiun tetapi harapan saya apa yang telah kita lakukan selama ini dalam hal penanganan rabies di Kota Palangka Raya bisa dilanjutkan, walaupun saya sudah tidak terlibat karena pensiun," kata Sumardi saat membuka kegiatan rapat vaksinator rabies Selasa lalu.
Hal yang sama disampaikan drh Berita Jaya yang akan pensiun pada Juli 2023 mendatang. Meski masih memiliki cukup banyak waktu di DPKP bersama vaksinator dibandingkan Sumardi, dalam kesempatan tersebut drh Berita Jaya juga turut berpamitan.
"Kalau Pak Sumardi minta ditegur kalau misalnya ketemu di jalan, kalau saya pribadi minta tetap dilibatkan sebagai vaksinator rabies meskipun sudah pensiun dari dinas saya," kata drh Berita.
Permintaan drh Berita ini bukan tidak mungkin untuk dikabulkan karena kader vaksinator yang ada saat ini kebanyakan malah bukanlah ASN atau tenaga kontrak di DPKP. Kebanyakan hanyalah orang-orang biasa yang memiliki kepedulian terhadap hewan domestik.
--page
"Kita memang merangkul para pecinta hewan untuk menjadi vaksinator, karena memang pekerjaan kita ini hanya Tuhan yang bisa membalasnya, tetapi kecintaan akan makhluk Tuhan yakni hewan ini memang hanya orang-orang tertentu yang memilikinya," kata Kepala UPT Puskeswan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono yang juga mengomandoi program vaksinasi rabies di Palangka Raya ini. (TESTI PRISCILLA/J)









