BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalimantan Tengah drh Eko Hari Yuwono memberikan uraian mengenai apa yang harus dilakukan jika masyarakat menemukan kasus gigitan hewan yang disinyalir adalah rabies.
Hal ini disarankannya agar kasus kematian pada manusia akibat gigitan hewan rabies seperti yang terjadi di Kabupaten Barito Selatan baru-baru ini tidak terjadi kembali di daerah lainnya di Provinsi Kalimantan Tengah.
"Bila seseorang digigit tersangka rabies atau menderita rabies, ada cara-cara yang harus dilakukan untuk menanganinya. Salah satunya ialah untuk manusia korban gigitan agar segera mencuci bekas gigitan itu dengan deterjen dan air mengalir," kata drh Eko pada Sabtu, 25 Februari 2023.
Virus rabies terdapat pada susunan saraf pusat otak, juga terdapat pada semua hewan penderita rabies, sehingga penularan rabies pada manusia atau hewan lain terjadi melalui gigitan hewan penderita rabies atau luka terkena air liur manusia atau hewan yang menderita rabies.
"Bila tergigit, cuci luka gigitan secepatnya dengan sabun atau detergen selama 5-10 menit kemudian luka dicuci atau dibilas dengan air bersih yang mengalir serta diberi alkohol 705 atau yodium tincture," kata Kepala UPT Puskeswan Kota Palangka Raya ini lagi.
--page
Selain itu, lanjutnya, segera bawa korban gigitan ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat atau ke dokter. Untuk Palangka Raya, Puskesmas Bukit Hindu menurutnya adalah Rabies Center yang memiliki Vaksin Anti Rabies atau VAR bagi manusia.
"Namun untuk mendapatkan suntikan VAR, tergantung dari hasil pemeriksaan dokter. Karena ada juga hewan yang menggigit karena dia melindungi diri, bukan berarti setiap hewan menggigit itu lalu dia rabies. Tapi kalau memang rabies, maka akan diberikan suntikan VAR," jelasnya.
Untuk hewan yang menggigit, menurut drh Eko, harus segera ditangkap hidup-hidup bila mungkin, kemudian dilaporkan ke Dinas Kehewanan, Peternakan, Pertanian atau instansi yang menangani untuk diobservasi selama 14 hari.
"Hewan penderita rabies akan mati paling lama 2 minggu yang merupakan masa Observasi. Hewan yang mati karena rabies harus dikirim spesimen atau kepalanya ke laboratorium kesehatan hewan. Bila hewan tidak mati selama observasi, maka bukan penderita rabies sehingga akan divaksin rabies untuk pencegahan kemudian," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/H)









