PANLANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program pemberian vaksin rabies di Kota Palangka Raya kepada hewan penular rabies atau HPR seperti anjing, kucing, kera, dan musang terus berlanjut di tahun 2023 ini. Hal ini juga ditandai dengan dilaksanakannya rapat vaksinator pada bulan Februari 2023 ini.

"Masih terus lanjut dan tidak berhenti. Vaksinator bisa terus mengambil stok vaksin di dinas dan program vaksin rabies gratis ini terus dilakukan," kata Kepala Puskeswan Kota Palangka Raya drh Eko Hari Yuwono kepada Borneonews pada Sabtu, 25 Februari 2023.

Vaksin rabies ini juga sebenarnya menurut drh Eko tidak bisa hanya dilakukan sekali seumur hidup hewan peliharaan melainkan harus diulang minimal satu tahun satu kali.

"Sebenarnya memang vaksin rabies ini diberikan setahun sekali. Tapi selain itu juga banyak yang belum tercover tahun lalu," tutur drh Eko lagi.
Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalimantan Tengah ini lagi, kader vaksinasi di Kota Cantik masih sangat sedikit sehingga kesulitan mengcover tingginya permintaan vaksin rabies dari masyarakat.

"Sebenarnya permintaan masyarakat itu banyak, cuma karena kader kita juga masih sedikit sementara alamat pelapor kan mencar-mencar, jadi ada permintaan vaksin tahun lalu pun masih belum didatangi oleh kader hingga tahun ini makanya terus saja dilakukan," tuturnya.

--page

Apalagi tahun 2023 inipun menurutnya kabar kurang menyenangkan terkait kasus rabies terus bermunculan. Mulai dari penetapan Kejadian Luar Biasa atau KLB di Kabupaten Barito Selatan sebagai akibat jatuhnya dua korban manusia akibat gigitan HPR, hingga munculnya dua kasus gigitan HPR di awal tahun 2023 ini di Kota Palangka Raya.

"Di Palangka Raya itu bulan Januari ada gigitan HPR dan setelah dicek laboratorium ternyata positif rabies. Itu di Kalibata, Kelurahan Menteng. Sementara kasus satunya di Kelurahan Pahandut awal Februari ini kejadiannya hari Sabtu sementara laboratorium kan Sabtu-Minggu tutup sehingga oleh pemiliknya HPR yang menggigit dan kemudian mati itu segera dikuburkan. Tetapi dari gejala yang disampaikan menunjukkan HPR tersebut suspek rabies," terang drh Eko Hari lagi. (TESTI PRISCILLA/H)