BORNEONEWS, Sampit - Dunia maya dihebohkan dengan kemunculan seekor buaya muara dengan panjang sekitar 2 meter yang muncul di tepi sungai tepat di depan SMAN 1 Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, pada Sabtu kemarin dan menyerang warga yang sedang beraktivitas di sungai.
Ketua RT 23, Ruspandi membenarkan bahwa ada warganya di Jalan Padat Karya Samuda yang hendak mengambil wudhu di Sungai Sapihan pada Minggu, 26 Februari sekitar pukul 04.00 WIB diterkam buaya yang merobek bagian tangannya hingga mendapatkan 6 jahitan pada bagian lukanya.
"Iya benar ada warga saya yang diserang buaya tadi subuh saat ambil wudhu " ujarnya.
Buaya tersebut diyakini merupakan buaya yang sama dengan yang biasa muncul di areal Sungai Sapihan Kecil ini.
"Kemungkinan besar buaya yang sama. Lokasi kemunculan pun tak jauh dari yang pernah muncul sebelumnya. Hanya belasan meter," jelas Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Pos Jaga Sampit, Muriansyah.
--page
Kali ini, kemunculan buaya kembali direkam oleh warga dan disebarkan di media sosial. Sehingga kembali membuat heboh.
Tampak dalam rekaman video itu, buaya berjemur di pinggir sungai dekat dengan jembatan yang biasa dilalui pelajar SMA tersebut. Buaya juga tak kabur, ketika divideo oleh warga sekitar.
Sebelumnya kemunculan buaya ini juga pernah dilaporkan yakni pada Rabu, 9 Februari (9/2) tahun 2022 lalu.
Muriansyah menduga buaya yang muncul kali ini masih sama dengan yang pernah beberapa kali dilaporkan sebelumnya.
“Perkiraan masih sama dengan buaya yang dulu. Sebelumnya juga sudah beberapa kali dilaporkan kemunculan buaya di sungai tersebut,” ujarnya.
--page
BKSDA Pos Jaga Sampit telah beberapa kali melakukan observasi di wilayah tersebut. Namun, ketika dilakukan observasi, buaya tidak berhasil ditemukan.
"Yang jelas kami berharap warga sekitar agar selalu berhati-hati," imbaunya.
Pihak BKSDA juga berencana memasang pancing di lokasi kemunculan buaya. Serta memasang papan peringatan keberadaan buaya.
Informasi dari Ruspandi, saat ini dirinya bersama Lurah, pihak BKSDA, dan Polsek setempat sedang berada di lokasi munculnya buaya guna melakukan observasi. (NOOR ANNISA/J)









