WARGA Desa Runggu Raya, Kecamatan Paku, Barito Timur (Bartim), digegerkan lewat aksi Andurman (58 tahun) yang diduga nekat menghabisi nyawa istrinya, Antene (55),  menggunakan sebilah parang tanpa alasan jelas, Selasa (1/3) malam lalu.


Pembantaian itu dilakukan tersangka di kamar pasutri tersebut. Belum diketahui motif peristiwa itu. Namun diduga kuat aksi nekat pelaku disebabkan gangguan kejiwaan yang dialaminya usai mengalami benturan kepala dalam kecelakaan lalu lintas beberapa tahun silam.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, awal mula peristiwa naas tersebut di­ketahui oleh anaknya sendiri, Juli (37) yang ingin memastikan kondisi ayah ibunya usai mendapat informasi keributan kedua orangtuanya dari tetangga yang bermukim 1 km dari TKP.


Saat sampai di kediaman kedua orang tuanya, Juli merasa janggal karena rumah tersebut dalam kondisi terkunci dari dalam, sunyi dan gelap gulita. Dirinya segera mengambil inisiatif pergi dan melaporkan hal itu kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Darsono untuk meminta pertolongan pengecekan bersama.


Saat disambangi kembali, ternyata Andurman terlihat tengah duduk termenung di teras kediamannya dengan pandangan kosong, bersama noda cipratan darah di bagian baju dan pintu rumah.


Melihat kejadian itu, Juli yang saat itu bersama Darsono serta Alfinus (adik tersangka.red) tidak memberanikan diri masuk ke kediaman pelaku. Mereka memilih menghubungi pihak berwajib untuk menindaklanjuti peristiwa ganjil yang mereka lihat tersebut.


Polisi yang menerima laporan segera mengambil tindakan dan menemukan mayat istri pelaku yang tengah tergeletak tanpa nyawa di dalam kamar, beserta sejumlah luka tusuk dan sabetan parang.


Menurut Kapolsek Dusun Tengah AKP Rizki Hidayat, kuat dugaan tersangka tega menghabisi nyawa istri-nya karena faktor kondisi kejiwaan pelaku. Hal itu diperkuat dengan adanya penuturan anak tersangka yang mengungkapkan bahwa benturan di kepala ayahnya akibat kecelakaan beberapa tahun terakhir memang menjadikan Andurman kerap marah-marah.


“Dari informasi yang ada kita mengetahui bahwa pelaku sebelumnya juga pernah melakukan perbuatan serupa dengan cara menusuk korban. Beruntung saat itu korban sempat ditolong. Belakangan pelaku juga diketahui sempat dibawa ke Banjarmasin untuk mengobati gangguan kejiwaannya,” kata Rizki, Rabu (2/3/2016).


Dari lima mata luka yang ditemukan dari hasil visum, diketahui korban meninggal di tempat akibat luka serius dan kehabisan darah. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Dusteng dan te­ngah menjalani pemeriksaan oleh polisi. (Tbs/B-5)