PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala UPT Puskeswan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono mengatakan bahwa program vaksinasi rabies harus benar-benar nyata dilakukan oleh petugas Vaksinator. Untuk memastikan hal tersebut, program vaksinasi ini dilaksanakan secara real time dan diinput dalam Sistem Informasi Kesehatan Nasional atau SIKNAS.

"Jadi vaksinasi rabies akan terkoneksi dengan Siknas yakni vaksinasi real-time menggunakan ID pemilik hewan, by name by address," kata drh Eko kepada Borneonews pada Selasa, 28 Februari 2023.

Menurut drh Eko, vaksinasi rabies yang dilakukan terhadap hewan penular rabies atau HPR terkoneksi dengan Siknas bukan tanpa alasan. Ini karena meskipun rabies adalah penyakit pada hewan, namun sifatnya dapat menular ke manusia.

"Makanya dihubungkan dengan Siknas. Jadi ketika teman-teman vaksinator melakukan vaksinasi, KTP pemilik HPR diinput ke Siknas sehingga kita tahu daerah mana saja yang targetnya sudah tercapai, mana yang masih bolong-bolong," terang Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Kalteng ini lagi.

Bukan bermaksud tidak mempercayai kinerja Vaksinator dan beranggapan laporan yang diserahkan ke dinas hanya di atas kertas, drh Eko justru menjelaskan bahwa sistem ini telah berlaku untuk seluruh Indonesia sementara di Palangka Raya masih dalam masa percobaan.

--page

"Karena beberapa tahun lalu ada kejadian bahwa yang ada di atas meja itu hanya laporan, tindakan vaksinnya tidak dilakukan. Karena itulah kita minta bantuan dari vaksinator yang lebih independen, para pecinta hewan agar benar-benar memberikan vaksin rabies. Bukannya kami tidak percaya dengan teman-teman di dinas, hanya saja mungkin kebanyakan pekerjaan sementara tuntutan rabies tinggi makanya kita lebih baik berdayakan vaksinator yang lebih independen," jelasnya. (TESTI PRISCILLA)