PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia atau Apkasindo Gulat Medali Mas Manurung mengatakan bahwa perihal pelaksanaan peremajaan sawit rakyat atau PSR yang hingga saat ini pencapaiannya masih rendah adalah akibat dari belum seiramanya antar kementerian dalam menjalankan kebijakan aturan.

"Terkait masih rendahnya capaian program PSR adalah karena kementerian dan lembaga terkait masih belum berjalan seirama dalam melaksanakan realisasi program PSR," kata Gulat dalam rilisnya pada Minggu, 5 Maret 2023.

Bahkan, Gulat mengaku pesimis bahwa tahun ini program PSR dapat mencapai target seperti yang diharapkan Kementerian Pertanian atau Kementan yakni 180 ribu hektar.

"Jika tidak ada keputusan bersama terkait penyederhanaan syarat program PSR dari kementerian dan lembaga terkait, saya pesimis target itu akan dapat tercapai. Selama persyaratan PSR tidak diubah, realisasi PSR 2023 akan sama dengan tahun lalu," tambah Gulat lagi.

Kementan melaporkan program Peremajaan Sawit Rakyat sejak tahun 2017-2022 hanya mencapai 278.200 hektar.

--page

Jumlah itu masih jauh lebih rendah dari total target 2,8 juta Ha lahan sawit yang potensial diremajakan. (TESTI PRISCILLA/H)