BORNEONEWS, Palangka Raya - Cuaca ekstrem adalah kejadian cuaca yang tidak normal, tidak lazim yang dapat mengakibatkan kerugian terutama keselamatan jiwa dan harta.
Cuaca ekstrem cenderung terjadi pada periode musim hujan dan musim transisi atau peralihan.
Karena pada periode tersebut terjadi ketidakstabilan atmosfer yang menunjang proses konvektif kuat sebagai penunjang pertumbuhan awan-awan hujan.
"Parameter atau unsur cuaca lainnya juga mendukung pertumbuhan awan hujan," ungkap Prakirawan cuaca Lian Andriani, Senin, 6 Maret 2023.
Cuaca ekstrem terkadang menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan, pohon tumbang, dan lain-lain.
--page
Yang bisa disebut cuaca ekstrim adalah adanya fenomena angin puting beliung, angin kencang dengan kecepatan angin di atas 25 knots atau 45 kilometer per jam.
Hujan lebat, hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir, hujan es, suhu udara ekstrim suhu udara yang mencapai 3 derajat Celcius atau lebih di atas nilai normal.
Tanda - tanda cuaca ekstrem, udara terasa panas terik sejak pagi hari, terbentuknya awan Cumulonimbus (Cb)dan datangnya hujan lebat dengan tiba-tiba.
"Masyarakat diharap tetap waspada dan berhati-hati, terhadap dampak bencana yang ditimbulkan, serta memerhatikan arahan dan mencari informasi peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG," pungkasnya. (PATHUR/J)









