BORNEONEWS, Sampit - Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya agar hasil perikanan yang ada di kabupaten ini menjadi produk olahan yang memiliki nilai lebih, untuk pendapatan masyarakatnya dengan menggenjot sejumlah usaha pengolahan ikan yang ada.
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kotim Ahmad Sarwo Oboi melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran F. Betti Riani menilai, sangat disayangkan jika hasil perikanan tidak diolah menjadi produk makanan yang bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Kami lakukan pembinaan kepada kelompok pengolahan agar bisa meningkatkan pendapatan mereka dari produk olahan berbahan dasar ikan," sebutnya, Rabu, 8 Maret 2023.
Seperti yang baru-baru dilakukan oleh Diskan Kotim di Desa Rawa Sari dan di Desa Hantipan Kecamatan Pulau Hanaut. Pihaknya memberikan pelatihan terhadap kelompok pengolah dan pemasar ikan (Poklahsar) dan kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah di wilayah tersebut.
"Di Desa Rawa Sari kami melakukan pelatihan pengolahan abon ikan haruan dan stik ikan lele. Sedangkan sebelumnya di Desa Hantipan pelatihan mengolah kerupuk udang. Dan Kamis besok (hari ini) akan kami lakukan pelatihan di Desa Palangan Kecamatan Kotabesi," sebutnya.
--page
Ia menyebutkan, saat ini sudah terbentuk lebih dari 50 kelompok pengolah yang mendapat pembinaan dari Dinas Perikanan Kotim. Kelompok tersebut ada yang bergerak DI bidang pengolahan produk perikanan seperti usaha kerupuk ikan, amplang, abon, dan lainnya. Ada pula yang sekedar menjual ikan segar dan ikan asin.
Menurutnya berbagai variasi olahan makanan dari bahan ikan selalu disosialisasikan kepada masyarakat untuk meningkatkan pendapatan serta membentuk kelompok agar bisa dibina. Selain itu juga karena makanan berbahan dasar ikan memiliki kandungan gizi yang bagus untuk perkembangan otak anak.
Sementara itu, setiap tahunnya produksi ikan di Kotim mencapai belasan ribu ton. Ini terdiri dari ikan hasil tangkap laut, perairan umum, dan juga hasil budidaya kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dan usaha pengolahan produk ikan pun saat ini sudah mulai banyak diminati. Produk makanan yang dihasilkan pun sudah cukup bervariasi. (NOOR ANNISA)









