Puluhanwarga eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang ada di KabupatenSeruyan, Kalimantan Tengah lebih memilih pulang kampung dari pada mengikutiprogram pembinaan yang ditawarkan oleh pemerintah setempat.

Hal itudikatakan Bupati Seruyan Sudarsono ketika rapat pembahasan keberadaan eksGafatar di Kuala Pembuang, akhir pekan kemarin.  “Berdasarkan laporan dari pihak kepolisian beberapawaktu lalu dari 10 kepala Keluarga (KK), ada tiga KK yang minta izin pulangkampung dengan alasan ingin menjenguk keluarga."

Kemudian,pada Jumat (4/3), tujuh KK eks Gafatar asal Kalimantan Barat tersebut kembalimeminta izin pulang kampung dengan alasan ingin mengurus surat pindah.

“Padahalkita sudah mempersiapkan lokasi serta berbagai program pembinaan bagi eksGafatar itu,” katanya.

Meskidemikian, orang nomor satu di “Bumi Gawi Hatantiring" menegaskan, pihaknyatetap akan menerima warga eks Gafatar tersebut apabila sewaktu-waktu merekamemilih untuk kembali ke Seruyan.

“Tapi dengancatatan mereka harus mentaati aturan yang ada,” katanya.

Sementara,Kepala Badan Kesatuan Bangsa  Politik  dan Perlindungan Masyarakat(Kesbangpolinmas) Seruyan Tunjarsyah mengatakan, sebenarnya Pemkab Seruyansudah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Penanganan dan Pembinaan eks Gafatar.

“Bahkan kitasudah berencana merelokasi mereka dari Desa Tumbang Sepan Kecamatan SeruyanHulu ke Trans Unit V Kecamatan Seruyan Hilir, tapi kita akan terus melakukanpengawasan kalau sewaktu-waktu mereka datang kembali ke Seruyan,” katanya.

Sebagaimanadisebutkan, eks anggota Gafatar dari Kalbar datang ke Seruyan sejak 12 Januari2016. Rombongan diketuai Endi yang membawa 10 kepala keluarga (KK), yangterdiri dari 26 laki-laki dan 22 perempuan.

Dari jumlaheks anggota Gafatar tersebut terdapat 22 anak-anak yang ikutserta bersama orangtuanya. (fm/*)