SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit -  Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur merilis beberapa bahan pokok yang diperkirakan sebagai penyumbang inflasi selama bulan Ramadan. Data ini berdasarkan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman saat rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) baru-baru ini. Meski angka inflasi Kotim saat ini bisa dikatakan rendah, langkah antisipasi tetap harus dilakukan mengingat lonjakan harga bahan pokok yang sering terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan.

"Biasanya komoditas yang muncul sebagai penyumbang inflasi itu dalam 3 tahun terakhir ini ada minyak goreng, ada daging ayam, telur ayam ras, ada juga bawang merah," sebutnya, baru-baru ini.

Dia menyampaikan, rokok dan beras juga menjadi pemicu inflasi pada bulan lalu, namun saat ini yang menjadi fokus adalah bahan pokok yang diperkirakan menjadi penyumbang inflasi pada bulan Ramadan, sehingga beberapa komoditas yang disebutkan itu supaya menjadi gambaran untuk pemerintah waspada agar tidak terjadi lonjakan harga saat Ramadan nantinya.

"Agar bisa jadi konsen teman-teman TPID di kegiatan pasar murah atau pasar penyimpang untuk menyuplai komoditas tersebut sehingga harga-harga komoditas yang sering naik dihari keagamaan bisa distabilkan," katanya.

--page

Dia melanjutkan, angka inflasi Kotim pada 2023 cukup rendah jika dibandingkan dengan 2022 lalu bahkan cenderung menurun yakni bulan Februari berada di 0,10 persen dan bulan Januari 0,1 1 persen.

"Tahun 2023 ini Kotim relatif rendah tapi biasanya persiapan Ramadan terjadi inflasi, saya kira kalau pemerintah konsen menjag a harga bahan pangan yang menjadi pemicu inflasi saya kira harga bisa terjaga," pungkasnya. (NOOR ANNISA/Y)