BORNEONEWS, Muara Teweh - Sebuah perusahaan pemegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara atau PKP2B di wilayah Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara melaksanakan kegiatan konsultasi publik dalam rangka penyusunan Rencana Program Pasca Tambang (RP2T), terutama dalam aspek Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Kabupaten Barito Utara.
Kepala Teknis Tambang (KTT) PT BEK Prayono Suryadi mengatakan, pihaknya merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara yang ada di wilayah Kabupaten Barito Utara, yang menjalankan operasi pertambangan dengan mengacu pada konsep praktik pertambangan yang baik dan bertanggung jawab atau Good Mining Practice (GMP), sebagaimana diatur oleh pemerintah melalui Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Sebagai perusahaan tambang yang berkomitmen untuk memenuhi segala peraturan perundangan dan hukum yang berlaku (Compliance), kami memandang perlu untuk melakukan konsultasi publik guna meminta masukan dari seluruh pemangku kepentingan di daerah ini,” kata Suryadi, Kamis 16 Maret 2023.
Dikatakannya, rencana program PPM yang dibahas pada saat ini merupakan program unggulan pasca tambang yang dihasilkan dari analisis kondisi kewilayahan dan rencana pembangunan pemerintah daerah.
Menurutnya, dari hasil analisis tersebut didapat melalui konsultasi dengan dinas-dinas terkait dan peninjauan terhadap rencana pembangunan daerah maupun rencana tata ruang wilayah di lingkup kabupaten. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemetaan sosial guna menangkap potensi dan permasalahan serta kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.
--page
“Rencana program PPM pasca tambang di Kabupaten Barito Utara ini nantinya berfokus pada 3 klaster program, yaitu Benangin Lestari, UMKM terpadu, dan Benangin Pintar. Klaster program Benangin Lestari memiliki tujuan untuk penguatan ketahanan pangan yang berorientasi kepada potensi wilayah,” kata dia.
Kemudian melalui klaster program UMKM terpadu, pihaknya mengembangkan UMKM terpadu dan memperkuat rantai pasok produk ekonomi kreatif masyarakat.
Sedangkan, kata Suryadi, pada klaster program Benangin Pintar, pihaknya berfokus pada peningkatan kapasitas SDM lokal khususnya pemuda-pemudi dan penduduk usia produktif melalui pengembangan model sekolah vokasi dan BEK Education Learning Center yang ditujukan sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat.
“Rencana program PPM pasca tambang BEK yang telah disusun dan dilaksanakan, diharapkan dapat mencapai kebaikan bersama baik untuk masyarakat, perusahaan, dan pemerintah daerah,” kata dia. (RAMADHANI/H)









