SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Mayat seorang pria yang bekerja sebagai operator excavator berinisial LT ditemukan rekannya berinisial S saat akan mengantarkan solar untuk alat berat yang digunakan oleh korban. 

"Saat saksi S yang juga merupakan rekan korban akan mengantar solar, korban sudah tewas di bawah depan excavatornya, saat itu excavatornya masih menyala," kata Kapolsek Cempaga Hulu Ipda Ahmad Januar, Jumat, 7 April 2023. 

LT bekerja di areal perkebunan kelapa sawit dan ditemukan tewas di perempatan Blok B 57 Divisi I Kage PT WNL Desa Keruing, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

Saat ditemukan, korban mengalami luka lecet di tangan kanan dan kiri, leher bagian depan serta kepala samping kanan dan mengalami lebam di perut. 

"Selain itu korban juga kedua telinganya mengeluarkan darah sedangkan kondisi mesin eksavator dalam keadaan hidup dan tidak ada benda berharga yang hilang," beber Kapolsek. 

--page

Melihat rekannya yang tewas bersimbah darah, S lantas lantas memberitahu kedua rekannya berinisial N dan WS untuk melaporkan kepada pihak Kepolisian guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Saat ini korban telah selesai divisum di Puskesmas Pundu. Namun belum diketahui secara pasti pukul berapa mayat itu ditemukan. 

Kuat dugaan korban adalah korban penganiayaan berat hingga berujung meninggal dunia. Hingga saat ini polisi juga masih mengumpulkan bukti dan keterangan para saksi untuk mengungkap kematian operator excavator tersebut. (BUDDI RAHMAT H/J)