PEMADAMAN listrik yang terjadi di Kabupaten Kotim dalam beberapa pekan terakhir membuat masyarakat resah dan gerah.


Anggota Komisi II DPRD Kotim M Ali Natadilaga, mengaku mendapat banyak keluhan masyarakat baik secara langsung maupun yang disampaikan melalui telepon genggamnya.


“Saya terima banyak pesan pendek (sms) dan telepon berisi keluhan dari masyarakat terkait pemadaman listrik. Masyarakat resah pemadaman seringkali tak menentu. Ada wilayah yang sejak pagi hingga sore hari, belum lagi yang rutin setiap malam terkena pemdaman,” kata anggota komisi II DPRD Kotim M Ali Natadilaga, Selasa (15/3/2016).


Politisi PDI Perjuangan itu menyesalkan jadwal tidak beraturan saat pemadaman listrik oleh PLN. Dia menilai pemadaman yang dilakukan PLN tidak adil, walau telah mendapat info akan ada pemadaman, tetapi jadwalnya sering tak tepat.


Kerugian paling besar, lanjut Ali, diderita masyarakat yang bergelut di usaha mikro, kecil, dan menengah. Mereka sangat terpukul dengan pemadaman listrik yang hampir setiap hari. Sebab, usaha mereka sangat bergantung dengan setrum listrik.


Demikian juga di dunia pendidikan. Pekan ini merupakan musim ujian tengah semester (UTS) siswa SD sederajat. Kemudian pekan depan jadwal UTS siswa SMP sederajat.


“Anak-anak sekolah menjadi sulit belajar saat listrik padam. Orangtua pun khawatir nilai ujian anak-anak,” cetus dia.(RF/B-11)