PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atau Kemenko RI Khadikin mengatakan bahwa pertumbuhan industri minyak sawit di dunia, masih bergantung kepada produksi minyak sawit yang porsinya mencapai 50 persen lebih berasal dari Indonesia.

"Pertumbuhan industri minyak sawit di dunia, masih bergantung kepada produksi minyak sawit yang porsinya mencapai 50 persen lebih berasal dari Indonesia," kata Khadikin dalam rilis yang dikirimkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Sabtu, 15 April 2023.

Hal ini disampaikan Khadikin saat acara dalam acara FGD SAWIT Berkelanjutan Volume 13 bertajuk "Minyak Sawit: Sumber Pangan Dan Bioenergi Berkelanjutan" yang diadakan BPDPKS pada Kamis, 13 April 2023 lalu di Jakarta.

"Tingginya permintaan pasar global, secara langsung akan berdampak terhadap keberadaan produk minyak sawit yang berada di Indonesia," kata Khadikin lagi.

Keberadaan minyak sawit mentah atau CPO yang digunakan sebagai bahan baku minyak goreng dan bio energi menurutnya memang dibutuhkan masyarakat Indonesia.

--page

"Tingginya permintaan pasar yang berasal dari konsumen minyak sawit ini, menjadi gambaran akan pesatnya pertumbuhan industri minyak makanan dan non makanan di dunia termasuk Indonesia," beber Khadikin. (TESTI PRISCILLA/H)