SERATUS hari pertama setelah pelantikan yang direncanakan pada 26 Maret mendatang, Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur
Terpilih Kalteng, Sugianto Sabran - Habib Said Ismail (SOHIB) akan langsung mengevaluasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2016.
Habib Said Ismail mengatakan itu usai mengikuti Sidang Paripurna Istimewa penetapan hasil pemilihan Gubernur Kalteng, di DPRD Kalteng, Rabu (16/3/2016) pagi. Habib mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan seluruh kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), terkait pelaksanaan APBD 2016.
“Harapan kita, bisa bertanya program apa saja yang sudah dijalankan, yang masih direncanakan atau bahkan program-program yang sedang dan akan dilaksanakan,” kata Habib kepada Borneonews, Rabu (16/3/2016).
Hal mengganjal
Mantan anggota DPD RI itu mengakui ada hal yang mengganjal dan perlu diklarifikasi terkait pelaksanaan APBD 2016. Habib menyatakan ada salah satu SKPD yang berusaha menelikung SOHIB, terkait pelaksanaan progam pembangunan yang dibiayai APBD 2016, selama delapan Kalteng tanpa kepemimpinan definitif. Sayang, Habib enggan menyebut SKPD mana yang dimaksudnya.
“Mereka merencanakan akan memberikan getahnya ke kami berdua (SOHIB). Dan itu sudah terindikasi. Terus terang kita buka saja, yang paling menyakitkan hati, saya baru tahu program unggulan dari Pak Teras (Gubernur Kalteng sebelumnya) yaitu Kalteng Harati, Kalteng Barigas dan Kalteng Besuh, yang kami janjikan kepada masyarakat akan meneruskannya, tidak tahunya (dana) program tersebut dipotong. Bahkan dibuang sama sekali,” ungkap Habib.
Mantan anggota DPRD Kalteng periode 2009-2014 itu mempertanyakan motif orang yang seharusnya hanya menjalankan kebijakan, tapi tidak bisa mengambil kebijakan itu.
“Makanya kita akan evaluasi APBD itu. Termasuk dibintanginya pembangungan sumur bor dan embung (untuk mencegah karhutla) itu. Nanti akan kita evaluasi lagi,” tutupnya.
(TP/B-10)


