BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pada momentum perayaan Idulfitri 1444 H, Bupati Lamandau, Hendra Lesmana mengajak umat Muslim di daerah setempat untuk menghayati kembali makna dan pesan penting kefitrahan sebagai manusia baik sebagai hamba Allah maupun sebagai khalifah di bumi.
Menurut Hendra, Idulfitri mengandung arti kembali kepada kesucian rohani atau kembali ke asal kejadian atau kembali ke sikap keberagaman yang benar.
Makna ini mengisyaratkan bahwa setiap muslim yang merayakan idulfitri sebenarnya dia sedang merayakan kesucian rohaninya dan menikmati sikap keberagaman yang benar.
“Manusia yang fitri itu adalah yang mau melihat persoalan masyarakatnya secara empatik, kemudian berupaya mengurainya untuk terciptannya tatanan kehidupan yang adil dan sejahtera,” kata Hendra, Selasa, 25 April 2023.
Lanjutnya lagi, umat muslim harus mampu menjadi lentera kala gelap, menjadi payung kala panas dan hujan, menjadi garam bagi kehidupan dengan berupaya menghadirkan kemaslahatan dan prestasi yang maksimal untuk peradaban manusia yang lebih baik.
“Fitrah manusia dapat berubah dari waktu ke waktu, berubah karena pergaulan, lingkungan, pendidikan, bacaan, dan tontonan bahkan karena asupan makanan dan minuman,” sebutnya.
Menurutnya, puasa Ramadan yang telah dijalani sebulan penuh, diharapkan dapat membentuk pribadi seorang muslim yang sejati yang kehadirannya benar-benar dapat mewujudkan suasanya nyaman dan sejuk di mana pun, kapan pun dan kepada siapa pun terutama saat menjelang tahun politik.
--page
“Mari menjaga kerukunan dan hindari diri dari ucapan dan perbuatan yang dapat memperkeruh kedamaian di antara umat,” pesannya.
Ditambahkan Hendra, Idulfitri merupakan momentum emas untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan dengan saling peduli, berbagi dan menghargai, saling merajut silahturami, menyapa dan memaafkan serta mengaktualisasikan nilai-nilai fitrah dalam perbuatan nyata dan perilaku mulia. (HENDI NURFALAH/R)









